Menuntutut ilmu di tanah rantau.
Tapi bukan Bogor, tak ada tuh secuil di impian.
Tenyata memang jalan hidup ada di tangan Tuhan.
Dipersimpangan mana Tuhan membelokkannya ke Bogor.?
Mudanya bapak tinggal di Bogor.
Hanya ini benang merahnya.
Nyatanya.
Mudanya, seorang kondektur mobil besar menyukai seorang
gadis.
Sekian lama mengenal, akhirnya teguh diri untuk menggenapkan
hati.
Bicaralah dia pada gadis, serius untuk meminang.
Ibu pun sudah mengetahuinya.
Senyum merekah tanda bahagia.
Diantaranya mereka tidak berjodoh.
Kondektur mati.
Gadis hanya bisa bersedih.
Ketidakmampuan untuk melihat pusaran sang pujaan.
Dirumah terakhirnya di Bogor.
25 Tahun umur saya ibu menceritakannya.
17 Tahun umur saya ibu menginjakkan kakinya di bogor, di
tanah calon suaminya.
Semoga Ibu dapat mengenal sedikit tanah kelahiran calon
suaminya, Isan namanya.
Ini rencana tuhan, saya, Ibu, dan Bapak terhubung Bogor.
duh sedihnya :(
BalasHapus