Langsung ke konten utama

mulai

selasa juni 2013.
mulai nulis nih, medianya baru lagi baru lagi. sebenernya ga pengen boros tapi mau gimana lagi, yang dulu dicari-cari ngarah nya kesini. yasudah mungkin ini jalannya, ikuti saja arah angin yang membawa awan berjalan.
langit yang biru masih saya kagumi, awan yang putih masih saya idamkan. gedung tinggi menjadi batas cakrawala. hmm tak puas saya melihat megahnya langit. tak sungkan sesekali bermimpi bisa terbang, hehe. hush segera deh mimpi itu diurutkan nomor terakhir.
eh suara air yang tersapu dilantai indah juga. bisa jadi nada-nada tawa tetangga. ditambah suara sepatu yang berjalan, trik trook trik trok..
wkwk
sepi lagi, sendiri lagi.

-sp

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terhubung Bogor

Menuntutut ilmu di tanah rantau. Tapi bukan Bogor, tak ada tuh secuil di impian. Tenyata memang jalan hidup ada di tangan Tuhan. Dipersimpangan mana Tuhan membelokkannya ke Bogor.? Mudanya bapak tinggal di Bogor. Hanya ini benang merahnya. Nyatanya. Mudanya, seorang kondektur mobil besar menyukai seorang gadis. Sekian lama mengenal, akhirnya teguh diri untuk menggenapkan hati. Bicaralah dia pada gadis, serius untuk meminang. Ibu pun sudah mengetahuinya. Senyum merekah tanda bahagia. Diantaranya mereka tidak berjodoh. Kondektur mati. Gadis hanya bisa bersedih. Ketidakmampuan untuk melihat pusaran sang pujaan. Dirumah terakhirnya di Bogor. 25 Tahun umur saya ibu menceritakannya. 17 Tahun umur saya ibu menginjakkan kakinya di bogor, di tanah calon suaminya. Semoga Ibu dapat mengenal sedikit tanah kelahiran calon suaminya, Isan namanya. Ini rencana tuhan, saya, Ibu, dan Bapak terhubung Bogor.

(Tanggal merah)Jakor-Jumat 10 April 2020

Jumat, 10 Apr. 20 Edisi virus corona (COVID-19 Hari ini tanggal merah, seharsunya ini menjadi libur yang panjang untuk pulang ke rumah, ke kampung halaman. Sekali lagi kepulangan ke kampung halaman tentu tidak terjadi. Tadi sebelum jam 11 ibu dan bapak melakukan panggilan video, sinyal nya jelek hanya satu kalimat yang terdengar jelas dari bapak, ialah pertanyaan barang apa yang sedang dia pegang. Saya menjawab lebih lambat untuk mengimbangi sinyal yang membawanya. Benar jawabannya ialah rokok. Bapak begitu senang mendengarnya, ah mungkin dipikirannya bahwa saya bisa melihat raut wajahnya. Sepenggal-sepenggal suara sisanya yang terdengar, dan jeda-jeda raut wajah ibu dan bapak yang terlihat. Alhamdulillah mereka sehat. Panggilan video diakhiri, namun disusul oleh pesan percakapan. Tertulis kalau bapak menyucurkan air matanya. Semoga saya bisa cepat ketemu ibu dan bapak.